Jika kita memutar waktu kembali ke dua atau tiga dekade silam, lanskap laboratorium pengujian kualitas di pabrik-pabrik manufaktur tampak sangat berbeda. Instrumen pengukur warna atau colorimeter pada masa itu hanyalah sebuah mesin "penyendiri" (standalone). Alat tersebut diletakkan di sudut ruangan, dioperasikan secara manual oleh seorang teknisi berseragam jas putih, dan hasil pengukurannya dicetak di atas secarik kertas setruk termal yang rentan memudar. Data yang dihasilkan hanya berhenti di ruangan itu, tersimpan di dalam laci rak arsip baja yang berdebu. Namun, zaman telah berubah dengan kecepatan yang eksponensial. Di era di mana kulkas di rumah Anda bisa terhubung ke internet dan mobil bisa mengemudi secara mandiri, industri manufaktur tidak boleh tertinggal. Ekspektasi pasar global akan kecepatan, akurasi, dan efisiensi tidak lagi bisa dijawab oleh mesin yang bekerja dalam isolasi. Pengendalian mutu warna ( Quality Control ) kini tengah mengalami lompatan evolusi te...
Kumbang Online
Kusuma Bangsa Media Online