Langsung ke konten utama

Memahami Spesifikasi Genset Diesel Rumah Sakit

Tips dan cara mengajarkan anak balita belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung)

Tips dan cara mengajarkan anak balita belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung). Siapapun orang tuanya pasti akan merasa senang bila anak balitanya sudah mulai pandai dalam membaca, menulis dan berhitung (calistung). Akan tetapi untuk bisa pandai, tentu ada proses pembelajaran yang harus dilakukan dengan konsisten dan memakan waktu. Ingat, tidak ada yang instan di dunia ini sekalipun hal itu terlihat mudah. Oleh karenanya sebagai orang tua yang bijak, Anda tentu dapat memahami hal ini.

Sebelum memulai untuk mengajarkan anak untuk membaca, menulis ataupun berhitung, tentunya Anda terlebih dahulu mencermati sejauh mana perkembangan dan minat anak Anda. Anak-anak terutama dalam masa balita memiliki kecenderungan untuk tertarik pada pengeksplorasian diri terhadap segala sesuatu yang menarik perhatiannya seperti mainan yang berwarna cerah atau lingkungan sekitar yang sekiranya menarik. Untuk itulah Anda harus pandai-pandai dalam memilih waktu serta momentum yang tepat untuk mulai mengajarkannya. Lalu kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak?.

Tips dan cara mengajarkan anak balita belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung)

Membaca
Anak kecil akan jauh lebih mudah dalam membaca bentuk-bentuk dan gambar. Umumnya, anak usia 3-5 tahun sudah memiliki ketertarikan kepada gambar dan simbol. Oleh karenya sebelum Anda mulai mengajarkan anak untuk membaca huruf abjad, baiknya Anda pastikan terlebih dahulu jika anak Anda memang telah memiliki ketertarikan dalam "membaca" gambar, simbol ataupun logo. Guna memancing minatnya, Anda bisa membelikan mainan anak dalam bentuk buku bergambar dengan warna-warna yang bisa menarik perhatiannya. Biarkan ia bermain dan mulai mengenali gambar-gambar sambil dipandu orang tua sedikit demi sedikit.

Di usia 5-7 tahun, kemampuan motorik anak akan berkembang dengan sangat cepat. Pada tahun-tahun ini anak akan mulai untuk belajar membaca pola dan bentuk yang cukup rumit. Selain mengenai pola dan bentuk-bentuk tertentu, anak juga akan mulai untuk mencari tahu fungsi sebuah benda dan cara menggunakannya. Biasanya bisa terlihat dengan jelas jika sang anak mulai bisa memegang buku dengan baik kemudian membolak-balik setiap lembarnya dengan sangat baik.

Menulis
Pada umumnya anak balita berumur 4-5 tahun sudah bisa diajarkan untuk menulis sederhana. Namun sebelum Anda mulai mengajarkan bagaimana caranya untuk menulis, tentu hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengajarkan bagaimana memegang pensil dengan baik. Ajarkan dengan sabar hingga sang anak dapat memegangnya dengan benar. Saat sang anak mencoba untuk dapat memegang pensil dengan benar disaat itu pula ia akan mulai belajar bagaimana caranya untuk fokus. Inilah waktu yang tepat bagi Anda untuk mulai mengajarkannya untuk menulis. Berilah contoh-contoh sederhana untuk ia ikuti, misalnya bentuk kotak, segitiga, lingkaran dan bentuk-bentuk sederhana lainnya. Saat ia terlihat bisa mengikuti dengan baik, Anda bisa mencoba untuk memberikan contoh-contoh huruf untuk kembali diikuti oleh sang anak. Berilah contoh menulis dengan contoh potongan huruf-huruf besar dan jelas.

Berhitung
Anak umur 4-5 tahun sebenarnya bisa diajarkan konsep berhitung dengan menggunakan jarinya. Namun sebelum Anda mulai mengajarkan anak bagaimana cara berhitung, baiknya Anda coba terlebih dahulu kemampuan anak dalam mengenali simbol termasuk angka. Berikan mainan dengan bentuk-bentuk angka dan simbol dengan warna-warna yang anak Anda sukai. Jika anak sudah mulai dapat mengenali angka-angka tersebut dengan baik, maka mulailah mengajarkan konsep berhitung dengan menggunakan bantuan jari jemari anak Anda dengan rentetan angka sederhana 1 hingga 10.

Pada saatnya nanti, semua anak balita akan memiliki kemampuan dalam membaca, menulis maupun berhitung. Hanya saja memang perkembangan setiap anak belum tentu sama. Dalam mengajarkan anak belajar membaca, menulis dan berhitung Anda harus ekstra sabar dan benar-benar memahami hal ini karena apabila anak Anda terlalu dipaksakan justru akan memiliki efek pengalaman yang negatif bagi sang anak yang berakibat anak menjadi kapok dan malas untuk belajar. Oleh karenanya, ciptakanlah suasana bermain sekaligus belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Anda.

Tips dan cara mengajarkan anak balita belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung)
Mainan berhitung untuk anak

Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...