Langsung ke konten utama

Memahami Spesifikasi Genset Diesel Rumah Sakit

6 Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Takut Menghadapi Kegagalan

Berjibaku.com - Seringkali kita takut menghadapi kegagalan. Sedari kecil kita dibiasakan untuk melakukan semua hal dengan cara yang benar. Orang tua kita menanamkan dalam benak kita untuk selalu melakukan hal yang benar. Tanpa kesalahan.

Sejak kecil, saat kita memperoleh nilai sangat memuaskan pada pelajaran matematika, orangtua dan teman-teman kita akan memuji kecerdasan kita. Sebaliknya, saat kita tidak bisa mengerjakan ulangan, dan berakhir dengan nilai buruk pada rapor. Orang tua kita akan menegur kita, dan menganggap kita bodoh. Selalu seperti itu.

Pada akhirnya tertanamlah dibenak kita bahwa kegagalan adalah suatu kesalahan. Diri kita selalu berusaha untuk mendapatkan pujian dari keberhasilan kita. Dibandingkan harus mendengarkan kritikan, ejekan, atau cemoohan orang lain dari kegagalan yang kita hadapi. Kita takut menghadapi kegagalan. Oleh sebab itu, tidak heran jika sebagian dari kita akan langsung drop semangatnya, atau justru padam daya juangnya saat harus mengecap kenyataan pahit dari kegagalan.

Berhenti ditempat, dan tidak mau kembali melangkah. Kita terkadang menganggap kegagalan sama halnya dosa besar yang sama-sama harus dihindari. Padahal, sebenarnya kegagalan tidaklah seburuk itu. Jika kita mau berkenalan dengannya, dan membiasakan diri menghadapinya. Apa sajakah alasan yang seharusnya kita percaya bahwa kita tidak boleh takut menghadapi kegagalan? Berikut alasannya.

6 Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Takut Menghadapi Kegagalan


1. Kita Hidup di Dunia yang Tidak Dapat Kita Kontrol

Kamu pasti percaya bahwa kita hidup di dunia yang tidak dapat kita kontrol. Berbagai macam kemungkinan dapat terjadi pada diri kita. Kita mungkin merencanakan suatu rencana A, dan berharap hasil akhirnya adalah B. Tetapi, ditangan Tuhan yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Rencana A milikmu dapat pula berakhir tidak di B melainkan di M, K, atau bahkan Z. Kita tidak akan pernah tahu pasti.

Satu-satunya yang dapat kita lakukan hanyalah fokus pada apa yang bisa kita kontrol, yakni usaha kita. Selebihnya, kita hanya bisa menyerahkan pada Tuhan. Akan berakhir dengan keberhasilan, atau justru sebaliknya berakhir dengan kegagalan. Itu sudah diluar kontrol kita. Yang dapat kita lakukan selanjutnya hanyalah menerima dengan lapang dada apapun hasil akhir tersebut. Jika berhasil jangan jumawa, atau jika gagal jangan kecewa. Karena pada dasarnya, ketika kita jumawa, dan kecewa atas suatu hasil, setelahnya kita tidak akan melakukan apa-apa. Kita berpuas diri, atau sebaliknya kita mengutuki diri. Jadi, fokus saja pada apa yang dapat kamu kontrol.


2. Kegagalan Bukanlah Akhir Segalanya

Salah besar kalau selama ini kita percaya bahwa gagal sama fatalnya dengan melakukan dosa besar. Dunia tidak berakhir kok saat kamu melakukan kegagalan. Bumi juga tidak berhenti berotasi kok hanya karena kamu gagal. Orang-orang mungkin berhenti sebentar dari rutinitasnya untuk menertawakanmu, atau mengucapkan belasungkawa atas kegagalanmu. Tetapi, itu hanya sebentar, jangan diambil hati. Selanjutnya mereka akan kembali sibuk dengan rutinitas mereka sendiri. Jadi, apa yang kau takutkan? Kegagalan tidak seburuk yang kamu pikirkan selama ini.


3. Kegagalan akan Menunjukkan Padamu Siapa Dirimu yang Sesungguhnya

Justru lewat kegagalan lah kamu akan bisa melihat siapa dirimu yang sesungguhnya. Saat kamu merasa gagal kamu akan merasa tidak nyaman. Kamu akan berhenti sejenak dari rutinitasmu, dan bertanya pada dirimu sendiri : Apa yang salah denganku? Kamu pun melakukan introspeksi diri. Di saat itulah kamu sebenarnya sedang mencoba mengenali kembali siapakah dirimu ini. Kamu akan belajar kembali untuk memahami sifat-sifatmu yang tersembunyi. Memahami, dan menerima kembali kekuranganmu, dan kelebihanmu.

Dengan mengetahui kekurangan kita akan memudahkan kita untuk mencari jalan keluar atas kekurangan tersebut. Mengetahui dengan baik kelebihan kita akan memudahkan kita menggunakan potensinya sebaik mungkin. Memahami emosi, dan sifat kita membuat kita dapat mengelola sebaik mungkin emosi yang timbul atas apa saja yang terjadi pada kita.

Kamu hanya dapat melihat seperti apa dirimu yang sesungguhnya saat kamu melakukan kegagalan, dan kembali melihat ke dalam dirimu sendiri.


4. Kegagalan Mengajarkanmu untuk Lebih Tangguh


Orang-orang yang saat ini sudah lebih dahulu sukses selalu percaya bahwa orang bermental juara adalah mereka yang terjatuh 1000 kali, dan akan berdiri lagi untuk yang ke-1001 kalinya. Mereka percaya bahwa kegagalanlah yang akan mengajarkan pada mereka cara menjadi manusia yang tangguh. Ketika kamu menghadapi kegagalan, dan tidak berkecil hati. Tetapi justru berdiri sekali lagi untuk mencobanya. Disanalah sesungguhnya kamu sedang belajar untuk menjadi seorang juara. Kamu menyingkirkan kalimat sumbing yang keluar dari orang-orang disekelilingmu. Kamu menyingkirkan opini orang-orang tentang apa yang bisa atau tidak bisa kamu lakukan. Untuk sekali lagi, kamu belajar dari kesalahan yang membuatmu gagal saat itu. Kemudian melangkah sekali lagi dengan penuh percaya diri. Itu yang akan membuatmu lebih tangguh dari sebelumnya.

Jika kamu melihat seorang yang lebih dahulu meraih kesuksesan dalam hal apapun. Pengusaha, atlet, atau yang lainnya. Untuk dapat meraih sukses seperti yang sekarang ini, mereka juga harus terjatuh berkali-kali karena gagal sama sepertimu. Bisa jadi untuk mengecap satu rasa manis kesuksesan yang sekarang mereka rasakan, mereka harus terlebih dahulu mengecap puluhan ribu kegagalan. Tetapi, mereka tidak menyesal melakukannya. Mereka bangkit lagi, lagi, dan sekali lagi.


5. Kegagalanlah yang Akan Membuatmu Melompat Lebih Tinggi


Kamu pernah bermain trampolin? Atau jika belum pernah, paling tidak kamu pernah melihat orang lain memainkannya. Hidup itu sebenarnya seperti saat kita bermain trampolin. Semakin dalam kita terbenam di dalamnya, maka akan semakin tinggi pula kita akan melompat ke atas. Terkadang, saat menghadapi kegagalan kita akan mundur beberapa langkah. Mungkin kita memang akan terlihat tertinggal dari teman-teman kita. Tetapi, jika kita mau melihat, sesungguhnya itu adalah titik dimana kita akan melompat pada kesuksesan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Tengok saja ibu menteri kelautan, dan perikanan negara kita. Ibu Susi Pudjiastuti yang sukses sebagai salah satu wirausahawati di Indonesia. Beliau ternyata pernah dikeluarkan saat SMA, pernah gagal menjalani berbagi macam usaha, hingga pada akhirnya sukses seperti sekarang. Beliau belajar dari kegagalan yang sebelumnya. Kemudian memperbaiki langkah ke depannya. Untuk kemudian melesatkan panah suksesnya lebih jauh dari sebelumnya seperti yang sekarang ini.

Baca juga: Rangkaian Kata Mutiara Persahabatan


6. Kegagalan Membawamu Pada Pintu Kesempatan yang Lain


Jika kita dapat melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Kegagalan bisa mejadi salah satu tanda bahwa kita tidak cukup baik dalam melakukan sesuatu. Jika kita berhenti sejenak untuk melihat kembali ke dalam diri kita. Bisa jadi kegagalan tersebut dapat membuat kita menemukan potensi-potensi lain dalam diri kita yang selama ini kita abaikan. Dari situlah kemudian akan muncul kesempatan-kesempatan lain yang dapat kita jajal. Mungkin selama ini kita terlalu fokus untuk melamar pekerjaan di perusahaan X misalnya. Semua tenaga, dan pikiran kita kerahkan agar dapat diterima bekerja di perusahaan tersebut. Tetapi, beberapa kali kita mengalami kegagalan. Butuh gagal berkali-kali untuk kemudian kita sadar bahwa kita memiliki potensi untuk berwirausaha, dan sukses sebagai wirausaha.

Itulah 6 Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Takut Menghadapi Kegagalan. Semoga bermanfaat dan jangan takut untuk terus berusaha. Ingat, kegagalan sesungguhnya adalah kesuksesan yang tertunda.

Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...