Langsung ke konten utama

Memahami Spesifikasi Genset Diesel Rumah Sakit

Siapkan 3 Hal Penting Ini Agar Bisa Nikmati Siaran TV Digital

Cara Terima Siaran TV Digital
Cara Terima Siaran TV Digital - Unsplash


Tepat tanggal 3 November 2022, jam 00:00, pemerintah Indonesia lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), secara resmi merealisasikan rencana suntik mati TV Analog atau analog switch off (ASO).

Sebagai gantinya, pemerintah secara resmi meluncurkan siaran TV Digital. Seperti banyak dibahas sebelumnya, siaran digital diklaim memberi banyak kelebihan ketimbang siaran TV analog, diantaranya:

  • Kualitas gambar yang ditayangkan TV Digital berformat HD. Jauh lebih memanjakan mata dan telinga.
  • Kamu nggak perlu khawatir lagi dengan masalah cuaca, karena TV digital bebas dari gangguan cuaca buruk.
  • TV digital memberi banyak kemudahan, termasuk dalam upaya menyiarkan informasi yang bisa langsung diterima lewat layar televisi.

Yang paling penting, peningkatan kualitas lewat siaran TV Digital ini bisa kamu nikmati secara gratis, tanpa harus membayar biaya berlangganan, tanpa butuh koneksi internet, dan pilihan channel yang bisa dinikmati jadi semakin banyak.


Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat TV Digital Mengudara

Dengan mengudaranya siaran TV Digital, sudah tentu TV analog kamu harus mulai melakukan penyesuaian. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menerima siaran TV digital ini, diantaranya:


1. TV Digital

Agar bisa mulus menikmati siaran TV Digital, sudah tentu televisi yang kamu miliki harus sudah mendukung format siaran tersebut. Maka dari itu, pastikan TV kamu sudah sudah mendukung Digital Video Broadcasting (DVB-T2).

Untuk mengetahui apakah TV di rumah sudah support DVB-T2, kamu hanya perlu memeriksa kardus kemasan TV tersebut, apakah sudah ada tanda DVB-T2 atau belum. Jika sudah, maka kamu sudah bisa langsung menerima siaran digital.

Bagaimana jika belum? Sebenarnya tidak perlu beli TV baru, kamu sudah bisa menangkap siaran digital dengan memasang Set Top Box (STB) yang banyak dijual di pasaran. Harganya cukup terjangkau kok, rata-rata sekitar 100-200 ribuan saja.


2. Set Top Box

Seperti yang dijelaskan di atas, jika kamu tidak berniat membeli TV baru, sementara TV lama masih belum mendukung siaran TV digital, maka membeli Set Top Box (STB) bisa jadi pilihan utama.

STB sendiri merupakan perangkat tambahan yang bisa digunakan untuk menerima sinyal siaran TV digital, kemudian mengubahnya menjadi analog agar bisa ditampilkan di layar TV di rumah.

Sebagai informasi, sebenarnya pemerintah sendiri berencana untuk membagi-bagikan STB gratis kepada masyarakat. Namun perangkat tersebut hanya diperuntukkan bagi kalangan masyarakat yang kurang mampu.


3. Antena TV Digital

Perangkat lainnya yang harus dipersiapkan adalah, antena. Sama seperti antena konvensional lainnya, antena digital adalah jenis antena yang mampu menangkap sinyal TV digital agar bisa diteruskan menutu TV atau STB.

Antena digital sendiri sebenarnya sudah lama diproduksi, dan mungkin sudah kamu gunakan. Jadi sebelum membeli antena baru, sebaiknya siapkan dua perangkat diatas, kemudian cek apakah antenanya sudah support siaran TV digital atau belum.

Selain dengan mengeceknya secara langsung, sama seperti TV, antena yang sudah support siaran TV digital biasanya menyertakan tanda support DVB-T2 dalam kemasannya (meski kemungkinan kemasannya ini sudah hilang).

Jika ternyata antena yang kamu miliki masih belum support siaran TV digital, maka solusi terbaik adalah dengan membeli antena digital sendiri. Di pasaran harganya tidak beda jauh dengan produk STB standar SNI, yakni 100-200 ribuan saja.


Sebagai catatan, kamu bisa mengecek dulu ketersediaan sinyal TV digital di daerahmu dengan menggunakan beberapa aplikasi smartphone yang bisa didownload di Google Play Store atau Appstore.

Jika sinyal yang didapat masih kurang maksimal, sangat disarankan untuk menggunakan booster, dan mengubah posisi atau lokasi penyimpanan antena hingga mendapat kualitas sinyal terbaik.

Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...