Langsung ke konten utama

Memahami Spesifikasi Genset Diesel Rumah Sakit

5 Manfaat Besar Membersihkan Rumah Untuk Kesehatan Mental

Manfaat Membersihkan Rumah
Manfaat Membersihkan Rumah | Pixabay


Selain liburan, biasanya akhir pekan diisi dengan kegiatan membersihkan dan merapikan rumah. Selain untuk kebersihan rumah, ternyata merapikan dan membersihkan rumah baik untuk kesehatan mental lho!

Dr. Crystal I. Lee, psikolog dari LA Concierge Psychologist, menjelaskan jika membereskan dan membersihkan rumah merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk menghilangkan energi negatif, seperti gangguan kecemasan dan lainnya. 

Selain menjaga kebersihan dan kenyamanan agar lebih betah tinggal di rumah, dilansir dalam Bustle, berikut manfaat bersih-bersih rumah untuk kesehatan mental.


  1. Meningkatkan Fokus

Saat kondisi rumah kotor dan berantakan, secara alami kita akan merasa tidak nyaman. Sebaliknya, saat rumah dalam kondisi bersih, wangi dan tertata dengan rapi, maka perasaan pun jadi lebih tenang dan nyaman. 

Penelitian membuktikan jika orang yang sering membersihkan dan membersihkan rumahnya, cenderung lebih produktif. Mereka juga tidak mudah tersinggung, dan selalu mampu memproses informasi dari sudut pandang yang positif.


  1. Mengatasi Stres

Kamu sedang banyak pikiran, atau dalam kondisi mental yang drop banget? Cobalah angkat perlengkapan bersih-bersihmu, dan mulailah membersihkan seluruh ruangan, mulai dari menyapu lantai, membersihkan debu, hingga mencuci piring. 

Penelitian yang terbit dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin, menyebut jika bersih-bersih rumah dan merapikannya akan membantu seseorang mengatasi stres, dan memberi pesaraan yang lebih bahagia.


  1. Meningkatkan Mood

Penelitian terbaru menyebut jika rumah yang bersih dan kesehatan mental memiliki kaitan yang sangat erat, dimana rumah yang bersih dan tertata rapi akan membantu seseorang merasa lebih baik, dan memberi peningkatan mood yang signifikan.

Menurut Anxiety and Depression Association of America, membersihkan rumah akan menghasilkan pemandangan rumah yang bersih dan rapi. Kondisi ini akan membantu mengurangi perasaan cemas, dan membawa perasaan bahagia. 


  1. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Penelitian yang dilakukan National Sleep Foundation, menemukan fakta jika orang yang rutin membersihkan dan merapikan tempat tidurnya, 19 persen lebih mudah tidur dan selalu mendapat kualitas tidur yang lebih baik.

Sedangkan 75 persen lainnya menyatakan jika tidur malam dengan sprei yang baru (bersih dan rapi) mampu memberi rasa yang lebih nyaman ketimbang tidur memakai sprei lama yang belum diganti (dibersihkan). 


  1. Meningkatkan Kualitas kesehatan

Rumah yang terjaga kebersihannya merupakan investasi besar. Selain membuat perabotan di dalamnya lebih awet dan terawat, membersihkan dan merapikan rumah akan membuat suasana di dalam rumah lebih bersih, bebas debu dan penyakit.

Lebih dari itu, banyak yang sepakat jika rumah yang bersih dan terawat akan membuat penghuninya lebih kecil terkena resiko masalah kesehatan kulit, dan penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan (ISPA).

Waduh, ternyata banyak juga ya manfaat rutin merapikan dan membersihkan rumah, terutama kaitannya dengan kesehatan mental. Yuk bersih-bersih!


Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...