Langsung ke konten utama

Memahami Spesifikasi Genset Diesel Rumah Sakit

Hati-hati! Ini 5 Dampak Buruk Terlalu Sering Konsumsi Junk Food

Sering Makan Gorengan
Bahaya Junk Food | Pixabay


Siapa sih yang tidak tergoda dengan rasa gurih dari gorengan, burger, ayam tepung, mie instan, kentang goreng, dan lainnya. Tapi hati-hati, semua makanan tersebut masuk dalam kategori junk food yang berbahaya bagi kesehatan. 

Tentu bukan klaim sepihak. Banyak penelitian yang telah membuktikan terlalu sering mengkonsumsi junk food bisa berdampak buruk bagi kesehatan, baik kesehatan fisik, kecantikan, hingga kesehatan mental. 

Dilansir dalam Medical News Today, berikut beberapa dampak buruk yang bisa menimpa kamu jika terlalu sering mengkonsumsi junk food.


  1. Menyebabkan Masalah Psikis

Penelitian di tahun 2021 menyebut jika konsumsi junk food berkaitan erat dengan peningkatan resiko masalah kesehatan psikis, seperti depresi dan stres. Yang paling ringan, konsumsi junk food berkaitan erat dengan mood buruk.

Sebagai lawannya, tim peneliti menyebut jika masalah tersebut bisa diatasi dengan memperbaiki pola makan dengan meningkatkan asupan kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan dan buah-buahan utuh.


  1. Merusak Sistem Pencernaan

Junk food merupakan makanan dengan kandungan serat yang sangat minim. Selain itu, di dalamnya terkandung lemak trans yang sangat tinggi, dan minim nutrisi sehingga bisa berdampak buruk bagi tubuh, terutama sistem pencernaan.

Banyak penelitian yang membuktikan jika terlalu sering konsumsi junk food dapat meningkatkan resiko sembelit, peningkatan risiko penyakit divertikular, pengurangan bakteri baik di usus, dan meningkatnya bakteri jahat di usus.


  1. Penyakit Jantung

Konsumsi junk food berkaitan erat dengan masalah kesehatan jantung. Hal ini disebabkan karena junk food bukan hanya sekedar tinggi kalori dan rendah gizi, tapi juga mengandung banyak lemak jahat yang dapat menyumbat pembuluh darah.

Selain itu, kandungan lemak jahat di dalam junk food dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku, meningkatkan resiko hipertensi alias tekanan darah tinggi, dan berkaitan erat dengan peningkatan resiko serangan jantung.


  1. Penurunan Kemampuan Otot

Penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika, menyebut jika konsumsi junk food berkaitan erat dengan penurunan metabolisme tubuh. Dampaknya bisa sangat besar, termasuk penurunan produktivitas. 

Lebih lanjut lagi, penelitian tersebut menjelaskan jika konsumsi junk food selama lima hari berturut-turut, dapat menurunkan kemampuan otot dalam mengubah glukosa menjadi energi, dan peningkatan rasa lapar.


  1. Meningkatkan Resiko Obesitas

Penelitian membuktikan jika peningkatan angka obesitas di Amerika Serikat berkaitan erat dengan tingginya konsumsi junk food, terutama di kalangan anak muda, dimana makanan ini selain lezat, harganya pun sangat terjangkau. 

Obesitas sendiri diklaim sebagai salah satu pemicu masalah kesehatan kronis, mulai dari hipertensi, penyakit jantung, hingga diabetes. Selain itu, obesitas berkaitan erat dengan peningkatan resiko stres dan masalah kesehatan lainnya.

Perlu dicatat, konsumsi junk food sebenarnya tidak dilarang, dengan catatan tidak berlebihan. Selain itu, kamu dituntut untuk mengimbanginya dengan konsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan minum air putih dalam jumlah yang cukup.


Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...