Langsung ke konten utama

Memahami Spesifikasi Genset Diesel Rumah Sakit

Rokok Justru Menyebabkan Stres dan Bikin Kamu Overthinking

Rokok Menyebabkan Stres
Rokok Menyebabkan Stres| Pixabay


Bicara bahaya rokok, siapapun pasti setuju. Bahkan para perokok sekalipun sadar jika benda yang tiap hari dihisapnya tersebut akan memberi dampak buruk buat kesehatan, mulai penyakit jantung, hipertensi, stroke dan lainnya. 

Selain karena efek nikotin yang bersifat adiktif dan faktor lingkungan, banyak orang sulit lepas dari kebiasaan merokok karena klaim rokok memberi efek menenangkan, dan bahkan diklaim dapat menghilangkan stres. Benarkah?


Rokok Justru Menyebabkan Stres

Jika kamu termasuk perokok yang sulit berhenti merokok karena klaim tersebut, sebaiknya segera tinggalkan. Pasalnya, National Health Service (NHS) Inggris, justru membeberkan fakta sebaliknya, yani rokok justru memperparah stres. 

Dalam sebuah penelitian dijelaskan jika perokok lebih mungkin mengalami depresi ketimbang mereka yang tidak merokok. Selain itu, perokok juga cenderung lebih mudah tersinggung, dan mudah mengalami gangguan kecemasan.

Terkait perasaan tenang yang ditimbulkan selama merokok, penelitian tersebut mengungkap jika kondisi itu hanya efek plasebo, dimana banyak orang yang meyakini hal tersebut, padahal faktanya tidak seperti yang mereka sangka. 

Efek tersebut akan membuat mereka terus menghisap rokok sebanyak mungkin, terlebih saat sedang mengalami ‘guncangan’. Ironisnya, kebiasaan merokok ini lebih dekat dengan peningkatan resiko kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang. 

Lebih lanjut lagi, penelitian tersebut kemudian mengungkap efek sebaliknya, dimana berhenti merokok sama efektifnya dengan obat-obatan anti-depresan, dimana orang dengan kesehatan mental akan merasa lebih baik setelah berhenti merokok.


Bahaya Lain dari Kebiasaan Merokok

Selain merokok justru menyebabkan stres, masih ada sejumlah bahaya lainnya dari kebiasaan merokok. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjelaskan jika rokok merupakan 90% penyebab kematian akibat kanker paru-paru.

Selain itu, rokok juga jadi pemicu munculnya beberapa jenis kanker lainnya, seperti kanker mulut, kanker faring atau tenggorokan, kanker laring atau kotak suara, kanker kerongkongan, kanker serviks, kanker hati, kanker kandung kemih, dan lainnya. 

  • Selain meningkatkan resiko berbagai jenis kanker, berikut beberapa bahaya lainnya dari kebiasaan merokok bagi kesehatan: 

  • Meningkatkan risiko diabetes. Penelitian menyebut perokok beresiko 30-40% terkena diabetes ketimbang mereka yang tidak merokok. 

  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan munculnya resiko penyakit, autoimun, seperti rematik atau rheumatoid arthritis.

  • Penelitian yang dilakukan National Eye Institute, menyebut jika perokok dua kali lipat terkena degenerasi makula di usia 65 tahun ke atas.

  • Merokok dapat meningkatkan resiko impotensi. Penelitian bahkan menyebut perokok lebih rentan dengan beragam masalah disfungsi seksual. 

Tentu saja ini belum termasuk resiko belum termasuk beberapa penyakit, seperti meningkatkan penyakit jantung, hipertensi, hingga stroke. 


Bahaya Rokok Bagi Perokok Pasif

Bukan hanya perokok aktif, rokok juga membawa dampak buruk bagi perokok pasif, atau mereka yang tidak merokok, namun secara konsisten terpapar asap rokok dari orang terdekatnya, atau dari lingkungannya. 

Peneliti dari Universitas California, San Francisco, Amerika Serikat, menyebut jika perokok pasif memiliki resiko bahaya yang sama dengan perokok aktif, dimana mereka beresiko terkena kanker, penyakit jantung, stroke dan lainnya. 

Sedangkan dalam penelitian lainnya dijelaskan jika para perokok pasif memiliki death rate atau tingkat kematian akibat bahaya rokok 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang aman dari paparan asap rokok. 

Dengan melihat sejumlah bahaya tersebut, yuk mulai sekarang kita susun strategi untuk mulai berhenti merokok. Jika butuh bantuan, jangan ragu untuk menghubungi layanan berhenti merokok di nomor 0-800-177-6565 (gratis).

Kalau belum mampu berhenti merokok, hindari merokok di tempat umum, atau saat berada di dalam rumah. Merokoklah di ruang terbuka hijau, dan jauh dari keramaian, atau tempat-tempat khusus yang memang disiapkan untuk merokok.

Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...