Langsung ke konten utama

Memahami Spesifikasi Genset Diesel Rumah Sakit

Tips Mengatur Keuangan Agar Hidupmu Bahagia di Tahun 2023

Tips Mengatur Keuangan
Tips Mengatur Keuangan | Pixabay


Banyak prediksi yang menyebut tahun 2023 merupakan ‘tahun gelap’, dimana ekonomi global akan mengalami resesi. Imbasnya, ekonomi akan mengalami perlambatan, hingga terancam mengalami penurunan pendapatan. 

Tentu ini kabar buruk yang kita harap tidak benar-benar terjadi di tahun ini. Tapi jika memang harus terjadi, setidaknya kamu harus punya persiapan yang matang agar tetap bertahan, bahkan justru malah mampu memperbaiki kondisi finansialmu. 

Berikut beberapa tips mengatur keuangan agar kamu bisa hidup dengan bahagia, tenang dan tidak khawatir dengan ancaman resesi di tahun 2023.


  1. Ubah Mindset

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, mengubah pola pikir. Misalnya, jika sebelumnya kamu hanya akan menyimpan uang sisa sebagai tabungan, saat ini ubah kebiasaan tersebut dengan memasukkan ‘menabung’ sebagai pengeluaran rutin. 

Contoh lainnya, jika kamu biasa belanja di awal bulan, ketika baru menerima gaji, cobalah untuk mengubahnya dengan berbelanja di akhir bulan, atau jelang gajian. Ini dilakukan untuk mencegah kamu terjebak dalam perilaku impulsive buying.


  1. Tentukan Tujuan Keuangan

Awal tahun ini kamu sudah membuat resolusi bukan? Coba cek kembali, apakah resolusi tersebut cukup masuk akal, dan bagaimana strategi untuk mewujudkannya. Ingat, mewujudkan resolusi ini harus masuk dalam daftar tujuan keuangan lho.

Dengan cara ini kamu bisa lebih fokus mengelola keuangan, dan bahkan berusaha mencari sumber pendapatan tambahan agar resolusi tersebut bisa diraih sesuai dengan target waktu yang sudah kamu tentukan. Tapi ingat, tetap gunakan hitungan realistis.


  1. Jadilah Ahli di Bidangmu

Mumpung masih awal tahun, pastikan kamu untuk mempelajari seluk-beluk pekerjaanmu, dan jadilah ahli di bidangmu. Misal, jika kamu seorang penulis, maka pastikan kamu menjadi penulis yang benar-benar profesional.

Yuk serap ilmu dari siapa saja, dan jika dibutuhkan, cari mentor yang berilmu dan berpengalaman di bidangnya. Jadi ahli di bidangmu merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai atau value kamu di mata klien.


  1. Belajar Skill Baru

Sambil terus mengasah kemampuanmu, tidak ada salahnya kamu mulai mempelajari skill baru, terutama yang berhubungan langsung dengan pekerjaanmu, seperti desain grafis, translator bahasa asing, data scientist dan lainnya. 

Tapi ingat, pilih satu skill terlebih dahulu, kemudian pelajari basicnya. Jika sudah mempelajari dasar-dasar dari skill tersebut, kamu bisa mencari mentor untuk meningkatkan kemampuan tersebut hingga ke level profesional. 


  1. Pilih-pilih Circle Pertemanan

Mulailah untuk mengevaluasi circle pertemananmu yang sekarang. Apakah mereka memberi dampak positif bagi karir dan keuanganmu, atau justru mereka malah menjadikanmu sosok yang boros dan suka menghambur-hamburkan uang. 

Tapi jangan langsung undur diri, kamu bisa menerapkan strategi mundur secara teratur untuk menjauhi mereka, misalnya dengan alasan ada pekerjaan yang harus diselesaikan, ada pertemuan keluarga, dan lainnya. 

Dengan cara tersebut, keuangan kamu akan lebih terkendali, dan dampak dari ancaman resesi di tahun 2023 bisa diredam seminimal mungkin. Semoga bermanfaat!


Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...